21 March 2009

Sahabat...



Seperti mana aku katakan dulu definisi sahabat pada aku sangat tinggi. Memang senang untuk kita mencari kawan, tapi sahabat hanya satu dalam seribu. Bangsa dan keturunan tak menjadi hal pada aku, kalau dia tahu apa peranan dia sebagai sahabat ianya sudah cukup pada aku. Aku berusaha untuk menjadi sahabat, aku tak mahu aku hanya diiktiraf hanya sebagai kawan. Coz aku tahu, bila kesusahan datang ikut pintu depan, kawan lari ikut pintu belakang (juz sbg analogi).

“Sebaik-baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R al-Hakim)

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya telah memberikan tips atau pandangan secara global mengenai sifat persahabatan, diantaranya adalah:
  1. Jika engkau berbuat baik kepadanya maka ia juga kan senantiasa melindungimu.
  2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya maka ia akan membalas baik persahabatanmu itu.
  3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berusaha untuk membantu sesuai dengan kemampuannya.
  4. Jika engkau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambutnya dengan baik.
  5. Jika ia memperoleh kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
  6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik darimu (aib), maka ia akan berupaya untuk menutupinya.
  7. Jika engkau meminta suatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan bersungguh-sungguh.
  8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang tengah kau hadapi.
  9. Jika bencana datang menimpamu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
  10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
  11. Jika engkau merencanakan suatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencanamu itu.
  12. Jika kalian berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan itu.
Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:

Sahabat Yang Tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.

Sahabat Hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.

Sahabat Pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.

Sahabat Pemboros dan Suka Hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka pesta , suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan.

Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Apa pun bersahabatlah kerana Allah untuk mencari redha-NYA.

Ingatlah pesanan Al-Imam Asy-Syahid Hasan al-Banna,
"Jadilah seperti pohon mempelam,
walaupun dibaling batu,
tetapi masih memberikan buah yang manis kepada kita".

Sumber : http://4ayesha.blogspot.com/2008/07/siri-ciri-sahabat-menuju-islam_11.html
http://www.zaki.com.my/info/ciri-ciri-sahabat-sejati/
http://www.ukhwah.com/print.php?sid=102

p/s: Sahabat yang baik umpama penjual kasturi yang mana wanginya akan tetap terpercik kepada kita, namun sahabat yang jahat akan memalit kejahatan itu kepada kita...

No comments:

Post a Comment